Bolehkah Aku Menyentuh Lukamu, Ayah?
Ayah bolehkah aku menyentuh lukamu? Aku
ingin menyembuhkannya. Menghilangkan semua kenangan buruk di masa lalumu
dan menggantinya dengan segala hal yang indah.
Apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata superhero? Pasti yang terbayang adalah sosok yang gagah, tangguh dan pemberani. Namun, bagaimana jika pada kenyataannya superhero yang ada dalam hidup kita jauh dari ketiga kata itu, bahkan mungkin berbanding terbalik, apakah ia akan tetap menjadi superhero ?
Memiliki sosok superhero mungkin menjadi dambaan semua orang, begitu pun denganku. Bukan superhero
yang ada dalam imajinasi belakang, melainkan sosok yang kehadirannya
nyata dan dapat dilihat serta dirasakan kehadirannya. Dan aku
memilikinya, dia adalah ayahku, seorang superhero yang hadir dalam hidupku meski dengan ribuan luka di masa lalunya.
Luka
yang dimilikinya bukanlah sekedar luka biasa yang mudah mengering dan
hilang hanya dengan setetes obat. Butuh waktu yang cukup lama untuk
menyembuhkannya seperti semula, bahkan mungkin seumur hidupnya.
Semua
luka itu ia dapat ketika mulai beranjak remaja. Saat itu keluarganya
hancur terpecah belah, ayah yang dihormati dan diseganinya justru
mengkhianati ibunya sendiri demi perempuan lain. Kasih dan cinta
yang telah dibangun dalam keluarganya selama ini seketika hancur
lembur, bahkan perlahan serpihan itu jatuh dan mengenai satu per satu
anggota keluarganya.
Tak berselang lama
kedua orangtuanya pun memutuskan untuk bercerai, dan menikah lagi
dengan orang lain di tahun berikutnya. Harus berpisah dengan adik dan
sang kakak yang memilih tinggal bersama ayah dan neneknya, menjadi
pukulan tersendiri baginya.
Setelah
perceraian tersebut ayahku memutuskan untuk tinggal bersama dengan ibu
dan ayah tirinya. Sebenarnya ia juga sempat tinggal bersama ayah dan ibu
tirinya, tetapi perlakuan tak adil yang diberikan sang ayah kepadanya
membuat ia kurang respek terhadap ayahnya.
Besar dalam keluarga broken home
memberinya banyak pelajaran yang berharga. Mengajarkan dirinya
bagaimana menjadi sosok teman, sahabat, atau pun orangtua bagiku dan
kakak. Ia tak ingin mengulangi kembali kesalahan yang sama seperti
ayahnya dahulu. Laki-laki yang sudah berkepala lima ini selalu berkata,
“Ayah gak mau anak-anak Ayah sampai mengalami apa yang Ayah alami
dahulu, cukup Ayah saja.”
Ayahku adalah
sosok yang begitu hangat dalam keluarga. Ia merupakan seorang pemimpin
yang dapat diandalkan dan pantas dijadikan anutan. Dengan segala
kekuatan dan jerih payah yang dimilikinya ia mampu melindungi kami,
menghidupi keluarga kami dan bahkan membesarkan kami anak-anaknya.
Perjuangannya tak mengenal batas.
Aku
begitu sangat mencintainya, baik dengan segala kelebihan maupun
kekurangan yang ada dalam dirinya. Bagiku tak akan ada yang dapat
menggantikan posisinya di hatiku, sampai kapanpun itu.
Aku tak peduli sebanyak apa luka yang dimiliki ayahku di masa lalunya, yang pasti bagiku dia tetaplah superhero dalam hidupku.
Ayah
bolehkah aku menyentuh lukamu? Aku ingin menyembuhkannya. Menghilangkan
semua kenangan buruk di masa lalumu, dan menggantinya dengan segala hal
yang indah.
Ayah, aku minta maaf jika
selama ini aku selalu menyusahkanmu. Maafkan aku yang sering kali
membantah dan melawan perkataan bahkan perintahmu. Dan maaf jika sampai
saat ini aku belum mampu membahagiakan dan membuatmu bangga padaku.
Ayah,
aku tetap putri kecilmu kan sampai saat ini? Aku harap iya. Ayah,
apakah ketika aku telah menikah nantinya aku tetap akan menjadi putrimu?
Dan, apakah setelah menikah aku akan tetap bisa bersamamu?


Komentar
Posting Komentar